Upaya Pencaplokan PGN oleh Pertamina Untungkan Mafia

62600
KESDM Keluarkan Permen Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan Kegiatan Usaha Migas
Foto : migasreview.com

Upaya Pencaplokan PGN oleh Pertamina Untungkan Mafia

 

indoPetroNews- Beberapa waktu belakangan ini perdebatan soal holding BUMN yang di rencanakan pemerintah termasuk ide di gabungnya BUMN Migas antara Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN), saat ini menemukan momentumnya saat di gelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN.

Menurut informasi, RUPS PGN yang di gelar Kamis 4 Mei 2017. Berdasarkan hasil kajian internal Indonesia Energy Watch (IEW) menemukan bahwa pada RUPS tersebut telah terjadi manuver- manuver yang memaksakan pejabat-pejabat Pertamina agar menguasai direksi PGN.

Menurut M. Adnan, Koordinator IEW, hal tersebut menjadi kecurigaan publik semakin besar karena di balik ini semua adalah untuk mempermudah akuisisi PGN masuk menjadi bagian dari Pertamina.

Padahal posisi PGN sebagai perusahaan publik hari ini sangat sehat secara finansial dengan ‘core’ serta fokus bisnis pada GAS sehingga jika di gabung ke pertamina justru sangat merugikan konsolidasi BUMN gas ini.

Karena bila pemerintah (KemenBUMN) ingin membuat holding, ungkap Adnan, seharusnya konsolidasi pada BUMN BUMN yang selama ini selalu merugi bukan pada BUMN yang sehat seperti PGN dimana hal ini juga  sesuai dengan rekomendasi Komisi VI DPR RI.

“Tidak masuk di akal bila perusahaan yang selama ini ahli di bidang GAS disuruh bergabung dengan Pertamina yang selama ini lebih banyak mengurusi Minyak,”  kata. M. Adnan kepada wartawan, Rabu (3/5/2017) di Jakarta.

Ini semua, lanjut Adnan, adalah indikasi adanya mafia mafia (kelompok kepentingan) di Pertamina yang berselingkuh dengan kekuasaan punya kepentingan jahat lain dengan memaksakan kehendak orang-orang pertamina menjadi direksi PGN agar dengan mudah mengusai PGN dan merealisasikan keinginannya yang patut di duga melanggar hukum (UU BUMN) dan melanggar asas ‘good governance’ perusahaan.

Untuk itu, pihak IEW, yang merupakan bagian dari rakyat Indonesia menolak keras pencaplokan PGN oleh Pertamina dan menolak keras adanya inviltrasi pejabat pejabat Pertamina yang berselingkuh dengan kekuasaan untuk memguasai PGN dan memaksakan kehendaknya untuk merealisasikan cita-cita penggabungan perusahaan.

“Karena bila hal ini di paksakan maka yang rugi adalah rakyat Indonesia dan hanya menguntungkan sekelompok mafia yang hari ini bergerilya untuk kepentingan bisnis hitamnya sendiri,” tegas Adnan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*