SP PHE Tuntut Pemerintah Serahkan Blok Jambi Merang ke Pertamina

87300
SP PHE Tuntut Pemerintah Serahkan Blok Jambi Merang ke Pertamina
Foto : jambimerang,com

SP PHE Tuntut Pemerintah Serahkan Blok Jambi Merang ke Pertamina

 

indoPetroNews- Serikat Pekerja PT Pertamina Hulu Energi (SP PHE) menuntut pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan PSC Blok Jambi Merang kepada Pertamina. Pasalnya, Blok yang terletak di Sumatera Selatan akan berakhir masa kontraknya pada 2019. Apa saja tuntutannya?

“Kita minta pemerintah untuk memberikan pengelolaan Blok Jambi Merang khususnya, dan blok-blok migas dengan cadangan yang besar pada umumnya, 100% kepada Pertamina,” kata Casdira, Ketua Umum SP PHE kepada media, Kamis (27/4/2017) di Jakarta. Hal ini untuk memperkuat peran perusahaan negara dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Menurut Casdira, pihaknya juga meminta semua pihak untuk tidak melakukan intervensi, melakukan upaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), berburu rente dengan menggadaikan sumber daya alam, serta memenuhi kepentingan pihak lain dengan cara merugikan kepentingan perusahaan negara.

“Pemerintah dapat memberikan hak partisipasi (Participating Interest, PI) pengelolaan blok-blok migas tersebut kepada Daerah terkait (sebesar 10%) sesuai dengan aturan yang berlaku, sepanjang betul-betul dikelola oleh BUMD tanpa partisipasi atau kerjasama dengan swasta yang berpotensi merugikan Daerah,” tandasnya.

Dia juga mengutarakan, untuk mengoptimalkan keuntungan bagi perusahaan negara, keterlibatan investor dapat dilakukan melalui mekanisme farm in secara business to business (B to B) dengan perusahaan negara, dengan membayar biaya akuisisi PI sesuai dengan harga pasar.

Sebagai catatan, Blok Jambi Merang merupakan salah satu blok terbaik yang dikelola oleh PHE, memiliki cadangan yang cukup besar, risiko eksplorasi-produksi yang relatif kecil, dan menjadi salah satu backbone pendapatan anak perusahaan Pertamina ini. Blok ini memiliki cadangan minyak (condensate) 16 juta barel (mmbbl)  dan cadangan gas 362 miliar kaki kubik (bcf) (sumber: WoodMac, 2016)

Untuk diketahui, pada 18 Januari 2017 lalu, pemerintah memutuskan untuk menyerahkan 8 blok migas yang masa kontraknya berakhir pada 2018 kepada Pertamina, yaitu Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok B, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.

Atas keputusan tersebut, SP PHE menyambut positif. Hal ini menunjukkan itikad baik pemerintah untuk meningkatkan peran perusahaan negara di dalam pengelolaan migas nasional tersebut.

Pertamina merupakan National Oil Company (“NOC”) yang memiliki peran paling kecil di sektor hulu migas di dalam negerinya sendiri (23%), dibandingkan NOC lain di dunia (Malaysia 45%, Statoil 62%, NOC di Timur Tengah lebih dari 80%). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*