PSC Gross Split Bakal Matikan Kontraktor Cilik

78900
KSPN: Wamen ESDM Lakukan Pembohongan Publik Terkait Gross Split
Foto: istimewa

PSC Gross Split Bakal Matikan Kontraktor Cilik

 

indoPetroNews- Penerapan PSC skema Gross Split belum terasa dampaknya pada usaha bisnis penunjang minyak dan gas bumi (migas) hingga tiga tahun mendatang. Apa penyebabnya?

“Dampak nyata skema gross split terhadap industri penunjang baru terasa tiga tahun ke depan. Penyebabnya dalam waktu dekat belum akan ada kontraktor yang menerapkan skema Gross Split,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Wargono Soenarko dalam acara diskusi bertajuk “Potret Indonesia Tanpa Industri Minyak dan Gas Bumi” pada Rabu (26/4/2017) di Jakarta.

Salah satu dampak penerapan skema Gross Split, lanjutnya, adalah industri dalam negeri akan kalah bersaing dengan produk luar. “Apalagi produk impor bisa lebih murah. Untuk pembuatan pipa selubung (casing) saja, Tiongkok bisa 80 persen lebih murah,” katanya.

Insentif tambahan bagi hasil jika kontraktor memakai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menurut Wargono, juga tidak akan terlalu menolong. Sebab, kontraktor tentu mencari barang dan jasa yang lebih murah. “Bakrie saja masih kalah sama Marubeni,” katanya.

Sementara itu, Prof.Ir. Tutuka Ariadji M.Sc.,Ph.D., Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan skema Gross Split aka  menyebabkan kontraktor kecil ini akan kalah efisien dibandingkan yang besar. Salah satu contohnya adalah ketika pemerintah menuntut kontraktor mempertahankan produksinya.

Agar produksi tidak turun, kontraktor tentu akan melakukan pengadaan barang untuk mengebor. Bagi perusahaan skala kecil, pengadaan barangnya dilakukan dengan cara menyewa. Hal ini dapat menguras keuangan perusahaan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*