Menteri Jonan Wajibkan Tiap SPBU Pasang 1 Dispenser BBG

55900
Menteri Jonan Wajibkan Tiap SPBU Pasang 1 Dispenser BBG
istimewa

Menteri Jonan Wajibkan Tiap SPBU Pasang 1 Dispenser BBG

 

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya untuk terus mengembangkan Bahan Bakar Gas (BBG) dilakukan oleh pemerintah. Apa saja terobosannya?

“Kita melakukan diversifikasi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dengan mewajibkan pemasangan minimal 1 dispenser BBG di tiap SPBU,” kata Ignasius Jonan, Menteri ESDM dalam acara diskusi bertajuk Realizing Inclusive Energy in Indonesia: Foundation for Sustainable Economic Growth pada Kamis malam (27/4/2017) di kantor ESDM, Jakarta.

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2019 akan terpasang dispenser gas di 150 lokasi SPBU tersebar di wilayah yang sudah ada infrastruktur gasnya.

“Sudah kita identifikasi, ada 150 SPBU di berbagai wilayah yang sudah ada infrastruktur gasnya dan ukuran SPBU-nya juga layak untuk dipasang dispenser gas. Target tahunnya sampai 2019,” kata Jonan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jonan berbagi pengalaman tentang lika-liku selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kementerian ESDM.

Di awal paparan yang dipandu oleh pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, Jonan menceritakan target awal saat kerja di Kementerian ESDM yaitu menjadikan sektor energi sebagai sektor yang efisien sehingga mampu menjadi sektor dasar atau memacu sektor-sektor yang lain di Indonesia mampu bersaing secara global. Dan hulunya tentunya energi tersebut mampu terjangkau oleh semua lapisan kalangan masyarakat serta mampu menarik investor dalam dan luar negeri.

“Tugas saya adalah untuk salah satunya itu, membuat sektor ini –sektor Energi dan Sumber Daya Mineral– itu dikenal oleh masyarakat sebagai sektor yang efisien. Sektor yang menjadi dasar untuk sektor-sektor lain untuk berkompetisi secara global,” ujar Jonan di acara yang dihelat di Kementerian ESDM dengan

Berbagai terobosan dilakukan untuk dapat memangkas harga energi di Indonesia menjadi terjangkau baik di masyarakat maupun dunia industri.

“Analoginya jika biaya energi mahal, masyarakat terbebani, industri kurang berdaya saing. Makanya saya pangkas biaya energi,” terang Jonan

Salah satu sektor energi yang menjadi terobosan Jonan yakni keterjangkauan dan ketersediaan energi ketenagalistrikan di masyarakat. Menurutnya, salah satu interface yang sangat penting di ketenagalistrikan itu adalah merubah pola komunikasi penyedia atau dalam hal ini PLN dengan customernya.

“Sekarang kita lagi mendorong PLN sebagai operator untuk membuat unit penampung keluhan dan mendorong PLN membayar denda kepada customer nya. Kalau kita lihat sambungan listrik nya telat atau sering mati dan sebagainya, sekarang ini PLN mau bayar (biaya ganti rugi),” jelas Jonan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*