Teknologi GasMin Masuk 99 Besar MAGMA Indonesia

44400
Teknologi GasMin Masuk 99 Besar MAGMA Indonesia
Foto: blogger.com

Teknologi GasMin Masuk 99 Besar MAGMA Indonesia

 

indoPetroNews- Teknologi Gasifikasi Mini Batubara Skala UKM (GasMin), teknologi terkait migas  yang dikembangkan oleh Perekayasa Yenny Sofaeti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, masuk 99 besar dalam Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment (MAGMA) Indonesia.

Teknologi ini dinilai mampu menghemat 60% biaya energj dengan alat pembuat gas batubara bersih di Industri kecil. Teknologi ini merupakan reaktor gasifier tipe up draft dengan diameter 25 cm tinggi 60 cm dengan kapasitas 2-5 kg/jam batubara. Produk yang dihasilkan berupa bahan bakar gas (CO,H2 dan CH4) yang dialirkan melalui pipanisasi ke dapur/burner UKM. Reaktor ini mengubah batubara menjadi bahan bakar gas, melalui proses gasifikasi dengan pereaksi udara terbatas dan uap air.

Inovasi GasMin ini, menurut Arcandra Tahar, Wamen ESDM, dapat digunakan di daerah yang belum terjangkau jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga, di mana penduduk dan industri kecil masih menggunakan kayu bakar. “Di daerah di mana industri kecil masih menggunakan kayu bakar untuk batik, itu masih menggunakan api dari kayu. Nah dengan adanya gasifikasi batubara ini, lebih bersih batubaranya dan bisa hemat sampai 60%. Untuk industri kecil. Hemat 60% itu besar manfaatnya. Ini akan kita dorong,” kata Arcandra di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Jumat (21/4/2017) di Jakarta.

Sebelumnya, GasMin ini telah mendapat pengakuan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai 20 penelitian terbaik tahun 2016 dan dipublikasikan dalam buku Sumber Inspirasi Indonesia: 20 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa.

Sebagai catatan, sebanyak tiga inovasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berhasil lolos dan masuk tahap 99 besar Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Atas keberhasilan ini, Arcandra  mengatakan, hal terpenting dari inovasi ini bukanlah menjadi juara, melainkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membuat birokrasi lebih efisien.

“Tiga program yang kita bisa buat sebenarnya bukan menjadi juaranya, yang terpenting adalah bagaimana aplikasi ini bermanfaat sebesar besarnya. Agar apa yang dinamakan birokrasi selama ini yang berkesan lambat, berbelit-belit itu bisa kita urai menjadi lebih efisien,” kata Arcandra.

Tiga inovasi yang dibuat oleh Kementerian ESDM dan telah lolos masuk 99 besar ini adalah Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment (MAGMA) Indonesia, Teknologi Gasifikasi Mini Batubara Skala UKM (GasMin) dan Sistem Informasi Energi (SINERGI) Desa. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*