Indonesia-Amerika Jalin Kerjasama Peningkatan Energi

32400
Indonesia-Amerika Jalin Kerjasama Peningkatan Energi
Foto: sindonews.com

Indonesia-Amerika Jalin Kerjasama Peningkatan Energi

 

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk menyaksikan sembilan penandatanganan Kesepakatan Business to Business (B-to-B) antara Indonesia dan Amerika.

Penandatanganan Kesepakatan B-to-B yang disaksikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Wakil Presiden AS Mike Pence. Apa saja pokok-pokok kerjasama tersebut?

Diantaranya adalah  ExxonMobil akan menandatangani kontrak penjualan LNG sebanyak 1 juta ton/tahun dengan PT. Pertamina (Persero) selama 20 tahun, yang akan berlaku pada tahun 2025.

Disamping itu, juga kerja Sama Pacific Infra Capital, PT. Infra Cerdas Indonesia dan PT. PLN untuk pemasangan smart-metering di jaringan listrik Jawa-Bali

Sedangkan penandatanganan kesepakatan B-to-B yang disaksikan oleh Menteri ESDM, yaitu kerja sama PLN – PowerPhase untuk pemasangan TurboPhase booster system pada PLTG. Teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi dan memperbesar output listrik yang dihasilkan.

Menteri Jonan juga  menyaksikan kerja sama PLN – Applied Material untuk memasang Fault Current Limiter yang dapat mengurangi Fault Current Levels di jaringan listrik Jawa Barat. Applied Materials berkeinginan untuk melakukan FS untuk teknologi ini pada gardu induk 500 kv.

Jonan juga menyaksikan penandatanganan kerja sama PLN – Halliburton untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Tulehu Ambon serta strategi jangka panjang untuk pengembangan Panas Bumi.

Menteri Jonan pun juga menyaksikan kerjasama Greenbelt Resources dan Jababeka Infrastructure untuk pengembangan fasilitas waste to resource di Jababeka yang akan disebut JababECO.

Penandatanganan kerjasama lain yang juga turut disaksikan oleh Jonan adalah kerjasama NextGen dengan Pemerintah untuk proyek low carbon waste-to-electricity.

Dalam Kesempatan tersebut, diumumkan juga kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya, yaitu General Electric (GE) dengan PLN terkait pengadaan turbin yang paling efiesien, dan membantu menekan harga serta mereduksi emisi karbon. GE dan partner telah mendukung beroperasinya 600 MW pembangkit listrik dalam proyek 35.000 MW dan akan mensuplai tambahan listrik sebesar 2.650 MW. Selain itu, juga ada pula kerjasama Ormat Technologies dengan PLN dalam penyelesaian PLTP Sarulla 3×110 MW dengan total investasi sekitar US$ 1,7 miliar. Dari investasi tersebut, sebesar US$ 260 juta pengadaannya didukung oleh Ormat. PLTP Sarulla Unit I telah beroperasi secara komersial sejak Maret 2016. PLTP tersebut merupakan salah satu terbesar di dunia dan PLTP paling efisien di Indonesia.

Seperti diketahui, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada Kamis -Jumat (20 – 21/4/2017). Tujuan kunjungan Wakil Presiden Pence antara lain, yaitu untuk memperdalam hubungan ekonomi, meningkatkan kerja sama untuk prioritas keamanan regional bersama, serta meningkatkan hubungan dan pertukaran antar masyarakat. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*