Subsidi LPG Melon Bakal Dilakukan Secara Elektronik

75300
Kaji Ulang Rencana Distribusi Elpiji Melon Non Subsidi
foto : istimewa

Subsidi LPG Melon Bakal Dilakukan Secara Elektronik

 

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk memberikan subsidi energi. Utamanya subsidi LPG 3 kg kepada masyarakat kurang mampu, secara elektronik melalui kartu pintar atau model bisnis dari Bank Indonesia.

Poin tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam acara penandatanganan tentang Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Penandatangan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan dan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardoyo di gedung Bank Indonesia pada Kamis, (13/4/2017) di Jakarta. Penyaluran subsidi secara elektronik  dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dan anggaran subsidi energi tidak membengkak.

“Penggunaan transaksi non tunai secara elektronik ini aman, efisien, dan transparan untuk memperluas jangkauan penyaluran subsidi energi dan meningkatkan akses layanan keuangan,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menteri Jonan juga memaparkan soal program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007 berjalan cukup efektif. Selain lebih ramah lingkungan, program konversi minyak tanah ke LPG 3 kg telah berhasil melakukan penghematan sekitar Rp 216 triliun terhitung sejak program digulirkan hingga tahun 2016.

Namun, kata Jonan, seiring berkurangnya penggunaan minyak tanah, di sisi lain konsumsi LPG 3 kg terus meningkat. “Ini berdampak pada beban subsidi LPG 3 kg yang memberatkan APBN,” katanya.

Sejak program konversi ini dimulai hingga tahun 2016, tercatat realisasi subsidi LPG 3 kg sekitar Rp. 206 triliun. Adapun tahun 2016 lalu subsidi LPG 3 kg mencapai Rp. 27 triliun dan tahun 2017 direncanakan sekitar Rp. 22 triliun. Subsidi LPG tersebut sempat membengkak hingga Rp. 49 triliun pada tahun 2014. Pada umumnya realisasi subsidi LPG 3 kg lebih besar dari alokasi anggaran yang tersedia dalam APBN.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus membenahi sistem subsidi energi dengan menerapkan program subsidi yang lebih tepat sasaran dan tepat volume,” kata Jonan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah awal penyaluran subsidi LPG 3 kg secara elektronik yang rencananya dilaksanakan tahun depan.

Sebagai catatan, nota Kesepahaman yang ditandatangani Kamis (13/4/2017) adalah perbaharuan dan perluasan lingkup kerjasama dari Nota Kesepahaman sebelumnya yang pernah ditandatangani tahun 2015.

Lingkup kerjasama Nota kesepahaman sebelumnya yaitu pertukaran, perolehan, penyusunan data dan/atau informasi serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Nota Kesepahaman perbaharuan ini nantinya akan berlaku selama 5 tahun. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*