Gross Split Tidak Mendukung Pembangunan Industri Nasional

44900
Faisal Basri Sebut Calo dan Pemburu Rente Masih Kuasai Pertambangan
Foto : realita.id

Gross Split Tidak Mendukung Pembangunan Industri Nasional

 

indoPetroNews- Ekitas migas Indonesia beragam. Makin hari makin sulit didapat. Makin ke kawasan Timur dan makin kurang menarik. Costnya makin besar. Disamping itu, membutuhkan stabilitas. Ini tidak ada hubungan langsung antara skema Gross Split dengan PSC Cost Recovery. Mengapa?

“Karena penerimaan negara itu ditentukan oleh harga bukan oleh Gross Split. Karena itu, saya ingin tanyakan migas kita mau dibawa ke mana? Kalau kita ingin membangun industri  migas nasional maka Gross Split ya lupakan,” tegas pengamat ekonomi, Faisal Basri kepada wartawan, Jumat (7/4/2017) di Jakarta.

Gross Split tidak mendukung pembangunan industri nasional. “Karena diserahkan sepenuhnya pengadaan kepada perusahaan,” katanya. Pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tidak bisa lagi memberikan kriteria dan panduan dalam soal pengadaan. “

Faisal menambahkan, dengan skema Gross Split, pemerintah tidak mau menanggung resiko. Karena pemerintah tidak meminta saham. “Pertanyaannya kok pemerintah tega-teganya tidak mau menanggung resiko tapi membawa daerah menanggung resiko. Itu yang saya bingung, karena pemerintah daerah disuruh berpartisipasi,” kata Faisal. Kenapa pemerintah daerah, lanjut Faisal tidak dikasih saham 2% Gross Split yang sudah pasti.

Kalau saham itu baru 10 tahun lagi memperoleh keuntungannya.  “Dan ini belum tentu untung,” tandas Faisal. Sedang pemerintah pusat, mau untung atau tidak masih ada first tranche petroleum (FTP). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*