Permen Open Data Migas Siap Diterbitkan

38200
KESDM Gandeng TNI AL Tingkatkan Survei Cadangan Migas
Foto : katadata.com

Permen Open Data Migas Siap Diterbitkan

 

indoPetroNews- Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjadikan komoditas minyak dan gas bumi (migas) menarik dan attraktif bagi investor. Apa terobosan yang bakal dikeluarkan pemerintah?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menggodok Peraturan Menteri ESDM tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Survei Umum, Eksplorasi dan Eksploitasi Migas (Permen open data).

“Dengan adanya aturan ini, nantinya investor memperoleh kemudahan mengakses data migas Indonesia dari berbagai belahan dunia. Kebijakan tersebut telah dilakukan oleh Meksiko. Norwegia dan Australia yang ternyata dapat meningkatkan pengembangan migas di negara-negara tersebut,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, pada Rabu (5/4/2017) di Jakarta.

Permen open data, merupakan suatu revolusi cukup besar karena data-data cadangan dan eksplorasi migas Indonesia dapat diakses oleh calon investor, tanpa harus datang ke Indonesia. “Data-data eksplorasi itu bisa diakses di mana saja di dunia, tetapi perusahaan tersebut harus daftar dahulu. Kita tahu siapa yang mengakses dan mereka bisa lakukan kajian. Kalau mereka tertarik, dia ke sini dan membeli wilayah kerjanya. Eksplorasi di sini,” kata Wiratmajapuja.

Wiratmajapuja mencontohkan, investor tersebut bertempat tinggal di negara Chili dan kemudian mendaftarkan diri untuk mengakses data migas Indonesia secara online, maka pemerintah Indonesia selanjutnya akan lakukan verifikasi. Apabila dari hasil verifikasi ternyata pengakses tersebut merupakan pihak yang dapat dipertanggungjawabkan, maka akan diizinkan mendaftar serta mengakses data secara online. “Data tersebut akan  dianalisis dan apabila dirasa potensial, maka calon investor akan datang ke Indonesia untuk melakukan join study atau membeli wilayah kerja dan sebagainya,” ujarnya.

Tiga negara yang telah membuka akses data migasnya adalah Meksiko. Norwegia dan Australia. Mengacu dari pengalaman Meksiko, pada tahun 2013 negara tersebut mereformasi kebijakan migasnya, antara lain dengan memberikan kesempatan membuka data serta memberikan split yang menarik bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS). Tak menunggu lama, kegiatan pengembangan migasnya berkembang pesat, termasuk juga di laut dalam.

Wiratmajapuja mengibaratkan, kebijakan untuk memperoleh data migas di Indonesia seperti orang yang masuk ke pameran, harus membeli karcis yang harganya mahal. Akhirnya, tidak semua orang dapat masuk ke pameran. Sebaliknya, dengan cara yang dilakukan Meksiko, Norwegia dan Australia, orang dapat masuk ke pameran secara gratis, namun sebelumnya tetap harus mendaftar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*