Gunanusa Kedepankan Konten Lokal

58000
Gunanusa Kedepankan Konten Lokal
istimewa

Gunanusa Kedepankan Konten Lokal

 

indoPetroNews- Dalam menjalankan usahanya di bidang pabrikasi fasilitas hulu minyak dan gas bumi, PT. Gunanusa Utama Fabricators kedepankan konten lokal dengan cara memanfaatkan tenaga lokal di seluruh proyeknya.

“Saya percaya dengan kompetensi putra-putri bangsa. Dan terbukti mereka mampu merancang semua platform yang Gunanusa kerjakan,” kata Ramli Simatupang, Director of Commercial and Business Development Gunanusa, kepada wartawan di kantor Gunanusa Cilegon, Serang (6/4/17).

Dia menjelaskan selama ini salah satu tujuan Gunanusa Utama, salah satu pabrik fasilitas hulu migas onshore dan offshore, selalu mempekerjakan warga Indonesia adalah untuk mewujudkan PTK 007 yang ditetapkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dimana dalam setiap industri diharuskan menggunakan konten lokal minimal 30%.

“Di pabrik, seluruh pekerja merupakan warga lokal di area pabrik, dimana mereka diberikan pendidikan agar kompetensi mereka terjamin,” katanya.

Untuk memperkerjakan warga lokal, Gunanusa memberikan pelatihan pengelasan dan health, safety and environment (HSE) secara berkelanjutan agar dapat mengoptimasi kemampuan warga lokal. Upaya ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dimana mata pencaharian daerah yang awalnya hanya petani dan nelayan kini sudah beragam, seperti pengelas, pembuat rig, operator peralatan dan lainnya.

Diakui Romli, setiap adanya proyek jumlah pekerja Gunanusa Utama bisa mencapai 1000 hingga 6000 orang yang merupakan  tenaga lokal.

Hasil karya anak bangsa ini sudah digunakan oleh beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di Indonesiai, seperti Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Total E&P Mahakam, BP Tangguh dan lainnya.

“Produk kami bahkan sudah ada yang di India, Myanmar, Thailand, Brune, juga Amerika Serikat,” kata Ramli.

Pada akhir pemaparannya, Ramli menyampaikan pihaknya berharap agar kedepannya SKK Migas dapat lebih memprioritaskan operator lokal di setiap kontrak baru. Terlebih lagi dengan skema Gross Split yang sudah dimulai pada awal 2017 ini kesempatan operator lokal untuk ikut berkontribusi semakin kecil.

“Kita harus mulai mencintai produk dalam negeri. Karena terbukti sudah banyak negara asing yang menggunakan produk dalam negeri. Kita sebagai bangsa Indonesianya sendiri harus sudah mau berhenti terus membanggakan produk dari luar negeri,” pungkas Ramli.(Gadih)

 

mengupayakan menaati peraturan yang menjalani bisnis engineering, procurement, construction dan installment fasilitas platform hulu migas, para profesional yang notabene adalah putra-putri bangsa terbukti mampu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*