Raja Salman Potong Pajak Aramco Hingga 50 Prosen

51800
APBN Saudi Seimbang, Harga Minyak Harus US$ 85 per Barel
Foto: albalad.co

Raja Salman Potong Pajak Aramco Hingga 50 Prosen

 

indoPetroNews- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz memangkas pajak pendapatan perusahaan Saudi Aramco, badan usaha milik negara Saudi. Berapa nilai pajak yang dipangkas?

Melalui surat keputusan Raja Salman bin Abdul Aziz pada Senin, (27/3/2017) pemerintah Arab Saudi mengeluarkan regulasi baru terkait pajak pendapatan Saudi Aramco. Regulasinya mengatur pemangkasan pajak hingga 50% dari yang semula 85%.

Peraturan tersebut diberlakukan surut mulai 1 Januari 2017. Aturan baru mengenai pajak pendapatan atas produsen minyak dan gas ini sekaligus sebagai langkah untuk meningkatkan nilai Aramco menjelang IPO (penjualan saham perdana) tahun depan.

IPO lima persen saham Aramco diperkirakan akan bernilai paling tidak US$ 2 triliun, bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. IPO ini direncanakan dilakukan di Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul dan di dua bursa internasional, kemungkinan besar salah satunya NYSE (Bursa Saham New York).

Pihak Aramco sendiri menyambut baik keputusan sang Raja. “Kami berterima kasih kepada Raja Salman atas keputusan itu,” kata CEO Aramco Amin Nasir. Menurutnya, pajak baru akan membawa Saudi Aramco sejalan dengan standar internasional.

Menurut aturan baru itu, pajak pendapatan atas perusahaan minyak dan gas dikenakan berdasarkan modal. Produsen bermodal lebih dari 375 miliar riyal (US$ 100 miliar) mesti membayar pajak pendapatan 50 persen, yang bermodal 300-375 miliar riyal pajaknya 65 persen.

Perusahaan bermodal 225-300 miliar riyal harus membayar pajak 75 persen dan yang modalnya di bawah 225 miliar riyal pajaknya 85 persen.

Khalid al-Falih, Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi sekaligus Chariman Aramco, mengatakan penurunan pajak itu tidak akan mengurangi devisa negara. “Hal itu bakal diganti dengan pembayaran deviden secara stabil dan sumber-sumber pendapatan lain dari produsen hidrokarbon kepada pemerintah,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*