Migas Bukan Lagi Andalan Utama Pendapatan Negara

35700
Ladang Minyak Sharara di Libya Diblokade
Foto : okezone.com

Migas Bukan Lagi Andalan Utama Pendapatan Negara

 

indoPetroNews- Dari tahun 70-an hingga 2010, masyarakat Indonesia terbiasa melihat minyak dan gas bumi (migas) sebagai sumber penerimaan negara yang penting. Sementara untuk tahun sekarang, migas sudah tidak lagi menjadi andalan penerimaan negara walaupun perannya masih sangat penting.

“Kondisi ini tentu harus ada paradigma baru dalam mindset kita. Lupakan penerimaan dari sumber daya alam karena kita harus merubah paradigma sumberdaya alam sebagai faktor produksi bukan sebagai sumber penerimaan negara,” kata Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S.Brodjonegoro, dalam satu diskusi pada Senin (14/3/2017) di Jakarta.

Kemudian dari mana penggantinya? “Dari pajak orang-orang yang super kaya. “Karena perusahaan maupun pribadinya cukup untuk membayar pajak. Sebagai mantan menteri keuangan yang diperbolehkan melihat data pajak, kadang membayangkan kekayaannya tetapi pajaknya cuma segitu,” katanya.

Menurut Bambang, perubahan paradigma penting supaya migas dapat didorong sebagai faktor produksi atau penunjang industri. Misalnya industri pupuk dan petrokimia. Lebih jauh Bambang mengungkapkan bahwa dalam perekonomian nasional, kontribusi migas hanya 5% dari PDB.

“Ini sudah beda jauh dengan tahun 70-an. Tetapi kendati sumbangannya tidak besar, migas masih sangat strategis mengingat pengendalian sektor migas relatif lebih terkonsentrasi pada wilayah dan pelaku usaha tertentu,” katanya. Walaupun demikian, apapun intervensi dan kebijakan pemerintah (terkait migas) dampaknya akan terasa langsung pada industri migas. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*