Impor Gas Jadi Tidak Terelakan pada 2019

40600
Revisi Neraca Gas Bumi Rampung Akhir Januari
Foto : okezone.com

Impor Gas Jadi Tidak Terelakan pada 2019

 

indoPetroNews- Indonesia disebut-sebut sebagai negeri kaya sumber gas alam. Betapa tidak, cadangan gas bumi di Tanah Air merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Jumlah totalnya sebanyak 170 Trillions of Standard Cubic Feet of Gas (TSCF).

Sementara produksi gas bumi Indonesia per tahunnya hanya sebanyak 2,87 TSCF. Walaupun demikian, tidak otomatis Indonesia terhindar dari praktik impor gas. Mengapa?

“Data penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk transportasi kendaraan menjadi yang terbesar, yaitu 13% per tahun,” kata Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar kepada wartawan, Senin (13/3/2017) di Jakarta. Sedangkan konsumsi BBM terbesar kedua adalah listrik, yang disusul ketiga adalah konsumsi BBM untuk rumah tangga.

Sementara itu, lanjut Wamen, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5,1% hingga 5,2%. “Artinya pertumbuhan kendaraan transportasi dua kali lipat lebih besar dari pertumbuhan ekonomi,” katanya. Hal ini menandakan bahwa tingkat kebutuhan BBM semakin meningkat.

Oleh karena itu, imbuh Wamen Arcandra, konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) harus menjadi prioritas. Walaupun demikian, masih ada kendala lain untuk mensukseskan konversi BBM ke BBG.

Apa kendalanya? “Apakah SPBG, infrastruktur dan ketersediaan gas cukup memadai?,” tandas Wamen. Karena itu, lanjutnya, ada wacana untuk mengimpor gas pada tahun 2019.

“Menurut neraca gas kita kemungkinan kita impor gas tahun 2019,” tegas Wamen seraya menambahkan perlu dipersiapkan infrastrukturnya karena tidak serta-merta gas impor bisa langsung didatangkan pada saat itu juga. (Sofyan)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*