Skema Gross Split Perpendek Perdebatan

41900
Pemerintah Pertegas Monitoring Migas Berbeda dengan Reporting
Foto : merdeka.com

Skema Gross Split Perpendek Perdebatan

 

indoPetroNews- Walaupun skema Gross Split yang menggantikan PSC Cost Recovery telah diterapkan, tetapi tidak banyak yang mengetahui latar belakang terbitnya regulasi tersebut. Apa saja yang melatarbelakanginya?

“Pertama, skema cost recovery terlalu banyak perdebatan mengenai cost, utamanya menyangkut cost teknologi yang akan digunakan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), ” kata Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, kepada media, Senin (6/3/2017) di Jakarta. Padahal perkembangan teknologi oil and gas bisa setiap bulan terjadi.

“Kedua, harga minyak dunia tidak dapat dikontrol. Siapa yang bisa mengontrol harga minyak dunia? Tidak ada! Siapa yang bisa mengatakan harga minyak besok US$ 60 per barel? Enggak ada. Karena gamenya bukan price maka game ke dua adalah cost,” kata Arcandra.

Menurut Wamen Arcandra, siapa yang bisa mengefisienkan cost di bisnis minyak dan gas maka merekalah yang menjadi pemenang di industri ini. “Kalau gamenya cost maka artinya efisiensi. Selanjutnya, cost itu tergantung dari pilihan teknologi. Kalau salah memilih teknologi maka costnya akan besar. Kalau benar memilih teknologi maka costnya akan kecil,” papar Wamen.
Perdebatan mengenai cost teknologi, lanjut Wamen, akan panjang. “Karena itu kita cari yang debatnya tidak panjang. Dan itulah yang kita namakan sebagai Gross Split,” terangnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*