Sejatinya Skema Gross Split Diuji Publik

35800
Sejatinya Skema Gross Split Diuji Publik
Foto : viva.co.id

Sejatinya Skema Gross Split Diuji Publik

 

indoPetroNews- Penerapan skema Gross Split yang telah diterapkan sebaiknya harus diuji ke publik terlebih dahulu.

“Skema gross split jika diperhatikan cukup banyak menuai kritik dari kalangan pemangku kepentingan di sektor migas. Utamanya kalangan asosiasi, pegiat energi maupun Dewan Energi Nasional (DEN) karena dianggap tidak selaras dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Ada baiknya Pemerintah duduk bersama dan melakukan uji publik untuk mengkaji permasalahan ini secara komprehensif dan serius, agar ditemukan solusi terbaik,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VII Rofi’ Munawar, kepada media, Senin (6/3/20017) di Jakarta. Ia meminta Pemerintah untuk kembali mengkaji penerapan skema gross split PSC secara cermat dengan melakukan uji publik bersama pihak-pihak yang berkepentingan.

Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan, skema gross split pada dasarnya dimaksudkan untuk memudahkan administrasi aktivitas pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Minyak dan Gas. “Jangan sampai skema gross split ini justru dapat membuat peran negara atas SDA-nya jadi berkurang dari 85 persen ke 50 persen.

Rofi menambahkan, harus dipastikan keuangan negara tidak terganggu bila terjadi perubahan sistem. Jangan sampai hanya untuk menutupi shortfall pajak dan kerumitan sistem cost recovery,” kata Rofie. Sejatinya gross split dalam waktu singkat dapat meningkatkan pendapatan negara, namun sangat mungkin jika tidak dicermati akan mengorbankan potensi kekayaan alam Indonesia.

“Perlu memastikan bahwa sistem apapun yang diterapkan, negara harus hadir sebagai pemegang kekuasaan kekayaan alam Indonesia. Negara tidak boleh ditempatkan sejajar dengan kontraktor,” tutur Rofi’.

Dia juga menambahkan, karena skema Gross Split telah diperlakukan, Pemerintah perlu melakukan simulasi perhitungan pendapatan negara. “Jangan sampai penerimaan negara dengan skema gross split malah berkurang dibanding dengan sistem PSC. Simulasi ini juga harus memperhitungkan efek pajak yang dibebankan pada kontraktor berupa corporate income tax dan branch profit tax. Hal ini penting untuk menjaga tingkat profitabilitas kontraktor yang akan berpengaruh besar dalam menumbuhkan minat dan iklim investasi di sektor migas,” ujar Rofi’.

“Pemerintah harus segera lakukan penelitian terhadap biaya riil produksi migas serta melakukan simulasi yang akurat terhadap besaran pendapatan negara, sebelum sistem Gross Split besaran pendapatan negara, sebelum sistem Gross Split ini diberlakukan,” tandas Rofi’. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*