Dirut Pertamina Selayaknya Punya Pengalaman Kelola Migas

32700
Ajaib, Lawatan Jokowi ke Singapore Berbuntut Impor LNG dari Traders
Foto: inilah.com

Dirut Pertamina Selayaknya Punya Pengalaman Kelola Migas

 

indoPetroNews- Secara ideal Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina selain memiliki kompentensi, integritas, visi dan misi membangun yang lebih baik, juga harus memiliki pengalaman berkecimpung mengelola perusahaan minyak dan gas (migas).

“Sosok Dirut Pertamina diharapkan bisa membangun rasa kebersamaan dengan direksi lainnya serta mempunyai sikap tidak mudah diintervensi oleh siapapun yang bisa membahayakan proses bisnis Pertamina,” kata Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada sejumlah media, Senin (27/2/2017) di Jakarta. Menjadi rahasia umum bahwa BUMN bidang energi kerap jadi perahan para elit politisi.

Apalagi bila melihat sistem politik di Tanah Air, dapat dikatakan posisi direksi Pertamina sangat sulit terbebas dari pesan sponsor dan kepentingan politik. “Ironisnya malah dilindungi atau berlindung dibalik intervensi kekuasaan. Dan ini yang bisa membahayakan perusahaan,” tandas Yusri. Namun peristiwa semacam ini tidak terjadi di Petronas.

Lebih jauh Yusri mengungkapkan bahwa prioritas utama Dirut yang akan datang adalah mencairkan kubu yang terbentuk setelah terbelah akibat perubahan struktur dan adanya pengangkatan 2 direksi pada 2 Desember 2016 yang tanpa melalui proses fit and proper test. Selain itu, imbuhnya, mempercepat melaksanakan pembangunan kilang dan RDMP serta infrastruktur lainnya dalam meningkatkan ketahanan energi nasional yang efisien.

Apalagi, ungkap Yusri, ada informasi beredar bahwa saat ini kilang Balongan yang baru selesai TA besar 3 hari lalu, pada 25 Februari 2017 sekitar jam 15.50 terjadi Total Black Out kilang RU VI. Sebelum kejadian, unit CDU, HTU, H2 Plant, KLBB dan UTL normal operasi. Unit RCC telah dilakukan CIF jam 10.32 kemudian WGC full load pada jam 15.19.

Menurut informasi, ungkap Yusri, kejadian ini diawali sekitar jam 15.10 Pompa feed CDU 42P101CD dan 42P102AB indikasi running, tetapi tidak ada flow (not pumping), sehingga menyebabkan trip furnace CDU 11F101 akibat flow pass heater low-low. Pada jam 15.25, pressure FG header tinggi yang menyebabkan 5 boiler trip (awalnya run 9 boiler) yang akibatnya pressure HP steam drop, kemudian terjadi Total Black Out.

Saat ini, proses mengamankan unit dan menjalankan prosedur Black Start Up. “Ini tanggungjawab Direktur Pengolahan Pertamina Toharso yang baru menjabat,” tandas Yusri. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*