Minim Infrastruktur, Gas Tidak Efisien

64700
ESDM Siapkan Permen Turunkan Harga Gas
Foto : tempo.co

Minim Infrastruktur, Gas Tidak Efisien

 

indoPetroNews- Indonesia memang memiliki sumber gas alam tetapi tidak mampu didistribusikan kepada para pengguna. Baik untuk rumah tangga atau industri. Apa penyebabnya?
“Karena tidak pernah dibangun infrastrukturnya,” Diretur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Eny Sri Hartati kepada wartawan, Jumat (24/2/2017) di Jakarta. Bila Indonesia mengurangi ketergantungan dan mewujudkan gas bumi yang lebih efisien maka percepatan infrastruktur harus dipercepat.

Saat ini terdapat dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangani persoalan gas. “Ada Pertamina dan PGN. Jika kedua BUMN tersebut bisa dikonsolidasikan dengan adanya kesepakatan free access maka akan jauh lebih efisien,” terangnya.

Atau jika ketersediaan gas dirasakan sulit, dapat mempergunakan SPBU yang telah ada. Selama ini SPBU hanya melayani kebutuhan BBM. “Ini juga untuk mengefisienkan dan infrastruktur penyediaan gas ke final demand,” paparnya.

Saat ditanyakan alasan keengganan membangun infrastruktur gas, Eny mengutarakan, ada kemandegan dari proses pembangunan infrastruktur oleh PGN. “Pertamina pun malah tertarik masuk juga ke bisnis gas dengan membangun infrastruktru sendiri. Tentu saja ini high cost,” papar Eny, seraya mengungkapkan percepatan pertumbuhan pembangunan PGN rendah.

Apa sebabnya? “Karena pemegang saham PGN tidak full pemerintah. Kalau swasta tentu cara berpikirnya adalah keuntungan. Apalagi pembangunan infrastruktur membutuhkan investasi banyak, karenanya tidak tertari berinvestasi di infrastruktur,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*