Sharing Session Potensi Investasi Migas Nusantara

0
265
Sharing Session Potensi Investasi Migas Nusantara
Foto : kemlu.go.id

Sharing Session Potensi Investasi Migas Nusantara

Sharing Session Potensi Investasi Migas Nusantara
Foto : kemlu.go.id

indoPetroNews- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan investasi di sektor hulu migas. Salah satunya dengan menggandeng Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.

Pihak SKK Migas bekerjasama dengan KJRI Hong Kong menyelenggarakan kegiatan Sharing Session mengenai potensi investasi dan bisnis di sektor hulu migas pada Kamis (16/2/2017) di Ruang Ramayana KJRI Hong Kong. Kegiatan ini dibuka Kepala Kanselerai KJRI Hong Kong, Rafael Walangitan, dan diikuti oleh para pebisnis dan investor sektor migas di Hong Kong.

Acara utama kegiatan Sharing Session tersebut presentasi oleh Parulian Sihotang, Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas mengenai kondisi industri migas nasional saat ini, serta peluang investasi ke depan. Selain mendapatkan informasi tangan pertama dan lengkap mengenai investasi sektor hulu migas di Indonesia, para peserta juga dapat menggali lebih jauh berbagai informasi terkait dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang menjadi bagian kegiatan tersebut.

Dari kegiatan ini, baik SKK Migas maupun KJRI Hong Kong mengharapkan adanya ketertarikan serta minat para investor Hong Kong, khususnya yang bergerak di sektor hulu migas untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

​Pada kesempatan yang sama, perwakilan SKK Migas juga direncanakan untuk menghadiri acara Finance Asia Award yang diselenggarakan oleh media keuangan FinanceAsia. Salah satu proyek industri hulu migas nasional memperoleh penghargaan “Best Project Finance Deal – BP Berau’s 3.745 billion Tangguh LNG Financing”. Proyek pembangunan Tran 3 LNG Tangguh merupakan proyek dioperasikan oleh Kontraktor BP Berau dan dibiayai dengan project financing dari bank BUMN, bank internasional serta Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Jamak diketahui, minat investasi migas di Indonesia, sedang melorot. Karena itu, perlu peningkatan lewat berbagai strategi agar dapat menarik minat investasi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*