AS Terus Genjot Produksi Minyak

65900
Masyarakat Sipil Desak Penanganan Pengeboran Ilegal Sumur Tua Dilakukan Komprehensif
Foto: istimewa

AS Terus Genjot Produksi Minyak

 

AS Terus Genjot Produksi Minyak
Foto: jitunews.com

indoPetroNews- Kegiatan perminyakan Amerika Serikat (AS) dewasa ini terus meningkat. Menurut sebuah laporan stok (inventori) minyaknya berlipat hingga naik 13.8 juta barel untuk periode penghitungan pekan lalu.

Peningkatan abnormal yang terjadi setiap nyaris setiap pekan sejak awal tahun ini membawa total persediaan inventori AS mendekati rekor tinggi 80 tahun pada jumlah 508 juta barel. Hal inilah yang membuat harga minyak sulit keluar dari kisaran US$ 50-an.

Sementara di pihak lain, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, telah bersepakat untuk memangkas sekitar 1.8 juta barel per hari (bph) dari level outputnya tahun lalu, mulai Januari 2017 hingga medio 2017. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan surplus pasokan minyak global.

Seperti diketahui, mulanya kesepakatan itu dipandang skeptis, tetapi ternyata pihak-pihak yang terlibat melaksanakan komitmen mereka. Hingga saat ini, disinyalir pengurangan produksi sudah mencapai 80-90 persen dari 1.8 juta bph yang dijanjikan.

Sementara itu, Direktur ReforMiners Institute Komaidi Notonegoro memprediksi harga rata-rata minyak dunia berkisar USD50-60 barel hingga akhir 2017. Menurut dia, proyek pengembangan hulu migas mulai membaik di Amerika Serikat dan Eropa Timur.

“Kondisinya memang belum atraktif, tapi dari indikatornya memang akan lebih baik dari tahun kemarin. Proyek-proyek di Amerika dan Eropa Timur sudah mulai banyak yang dikerjakan baik proyek lama maupun baru,” kata Komaidi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*