Harga Minyak Anjlok Kuwait Diproyeksi Defisit US$ 25,9 Miliar

68100
Masyarakat Sipil Desak Penanganan Pengeboran Ilegal Sumur Tua Dilakukan Komprehensif
Foto: istimewa

Harga Minyak Anjlok Kuwait Diproyeksi Defisit US$ 25,9 Miliar

indoPetroNews- Negara-negara kaya minyak tergerus defisit anggaran. Pasalnya, fluktuasi harga minyak yang hinggi awal Februari ini tidak kunjung stabil.

“Perkiraan defisit 7,9 miliar dinar (US$ 25,9) untuk tahun anggaran mendatang. Ini dimulai 1 April 2017 hingga 31 Maret 2018,” kata Menteri Keuangan Kuwait Anas as-Saleh, Rabu (31/1/2017).
.
Proyeksi tersebut, katanya, dibuat dengan asumsi harga minyak selama tahun anggaran selanjutnya US$ 45 sebarel. Proyeksi defisit US$ 25,9 miliar itu juga berdasarkan kontribusi sektor minyak dan gas bagi devisa negara dalam tahun anggaran sekarang hanya sepuluh persen.

Untuk anggaran pada tahun depan, Kuwait merencanakan pengeluaran sebesar 19,9 miliar dinar dan pemasukan 13,3 miliar dinar.

Dia juga menuturkan pemerintah Kuwait tetap pada rencana untuk menerbitkan obligasi internasional untuk mengatasi defisit. Sayangnya, Saleh enggan menyebut waktunya.

Sebagai catatan, pada November tahun silam, Saleh menyatakan pemerintah akan menerbitkan obligasi internasional senilai US$ 9,8 miliar awal tahun ini.

Lebih jauh Saleh memaparkan proyeksi defisit US$ 25,9 miliar itu akan ditutupi dengan devisa serta penerbitan obligasi domestik dan internasional. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*