Direktur Eksekutif IPA : Gross Split Perlu Dikaji Lebih Baik

Jadikan Industri Hulu Migas Lebih Kompetitif
Sumber : petroenergy.id
Sumber : petroenergy.id

indoPetroNews- Pemerintah dari awal memang mengikutsertakan pihak pelaku bisnis minyak dan gas (migas) dalam pengimplementasian Gross Split. Sejauhmana pelibatannya?

“Hampir semua meeting kita diikutsertakan. Kami mendukung adanya usaha efisiensi di industri migas. Dalam hal ini pemerintah menentukan konsep Gross Split . Itu kami dukung sepenuhnya,” Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutf Indonesia Petroleum Association (IPA), pada Jumat (20/1/2017) di Jakarta. Pihaknya, dapat dikatakan ikut serta hampir seluruh meeting.

Menurutnya, pihak pengusaha hanya ingin memastikan agar keekonomian tidak turun dari yang sudah ada dengan sistem PSC. “Mengapa kita katakan begitu? Karena sekarang pun attractiveness orang berinvestasi di sini kurang dibandingkan dengan negara-negara sekeliling kita. Itu permintaan kita,” katanya.

Sehubungan dengan Gross Split, lanjut Marjolijn Wajong, pihaknya lumayan mengerti karena selalu mengikuti perkembangan konsepnya. “Apalagi kini telah diundangkan. Mungkin sebagai continuous improvement, kita memohon agar dilakukan kajian yang komprehensif, terutama untuk pengembangan laut dalam, yang frontier dan yang EOR sehingga expression-nya lebih bagus,” katanya.

Karena ke depannya , pihak pengusaha migas akan mengarah ke daerah-daerah tersebut. Karena itu, pihaknya, minta dibikin kajian yang lebih baik. “Saya bisa mengatakan demikian karena bersama Pak Wamen kita melakukan itu untuk unconventional. Saya khawatir yang lain belum dilakukan seperti itu,” lanjutnya.

Dia juga mengemukakan bahwa keekonomian dari suatu proyek four circle. “Dalam waktu 10 tahun snap shot pada waktu sudah produksi. Gimana pada waktu dia harus menggendong biaya-biaya some cost itu,” ujarnya.

Hal lainnya, ungkap Marjolijn Wajong, keekonomiannya sudah bisa lebih bagus, tapi apakah itu cukup kompetitif terhada negara lain. “Itu yang kami mintakan, as part of the continuous improvement,” imbuhnya.

Lebih jauh ia juga menyatakan soal perpajakan yang belum jelas. Selama ini perpajakannya dikaitkan dengan sistem cost recovery. “Apakah dengan sistem non cost recovery juga akan mendapat perpajakan sistem yang sama yang selama ini didapat oleh kalangan industri migas,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*