5 Terobosan Pengembangan EBT Panas Bumi

0
84
5 Terobosan Pengembangan EBT Panas Bumi
Foto: mmindustri.co.id

5 Terobosan Pengembangan EBT Panas Bumi

 

indoPetroNews- Pemerintah terus mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) terus dilakukan seiring menipisnya cadangan energy fosil. Apa saja bentuk supportnya?

Untuk mendorong percepatan pengembangan panas bumi, pemerintah mempunyai lima terobosan dalam mencapai target tersebut yaitu:

Pelaksanaan lelang lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) pada 2017 untuk wilayah Indonesia Bagian Timur dengan pertimbangan harga keekonomian yang masih masuk dan menarik untuk investor.

Penugasan kepada Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi di daerah-daerah yang harga keekonomiannya belum masuk.

Mempersingkat perizinan untuk kemudahan investasi bidang panas bumi yang diimplementasikan melalui pelayanan satu pintu untuk investasi di BKPM.

Memberikan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) kepada Badan Usaha yang memiliki potensi atau ketertarikan melakukan pengembangan panas bumi di wilayah Indonesia Bagian Timur

Implementasi program pendanaan panas bumi (Geothermal Fund) untuk menarik minat investor dalam melakukan pengembangan panas bumi untuk WKP di Wilayah Indonesia Bagian Timur.

“Kapasitas terpasang Panas Bumi saat ini sebesar 1698,5 MW. Untuk mengejar target capaian Panas Bumi sesuai KEN sebesar 7.200 MW pada 2025, perlu tambahan kapasitas sekitar 5.500 MW lagi. Ini merupakan tugas berat dan tidak gampang. Kita harapkan  kerja sama semua stake holder terkait kehutanan, keuangan, Pemda dan pemeritah pusat dalam memberikan insentif dan kemudahan perizinan utk kelancaran pengembangan panas bumi,” kata Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak kepada wartawan, Senin (29/5/2017) di Jakarta.

Disamping itu juga dengan mensupport pengembangan energi panas bumi yang dikelola oleh PT. Supreme Energy Muara Laboh. Perusahaan ini pada Rabu (24/5/2017), secara resmi mulai melakukan pemboran sumur eksploitasi di WKP Liki Pinangawan MuaraLaboh.

Sumur yang diresmikan pemborannya adalah sumur ke 7 dari rencana 19 sumur yang akan dibor. Nantinya sumur-sumur ini akan menyuplai uap ke PLTP MuaraLaboh Unit 1 dengan kapasitas 80 MW yang akan beroperasi secara komersial pada tahun 2019. Ketika beroperasi, PLTP MuaraLaboh mampu melistriki 120.000 rumah tangga pada sub  sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

Untuk pengembangan PLTP unit 1 sebesar 80 MW, nilai investasi yang ditanamkan oleh PT. Supreme Energy Muara Laboh sebesar 580 juta USD atau setara dengan Rp 7,7 Trilyun.

Proyek PLTP MuaraLaboh akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Solok Selatan pada khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya melalui penciptaan lapangan kerja selama proyek ini berlangsung maupun melalui program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh PT. Supreme Energy Muara Laboh. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*