Komisi VI Pertanyakan Proyek Pertamina LNG Receiving Terminal Bojonegara

0
58
Komisi VI Pertanyakan Proyek Pertamina LNG Receiving Terminal Bojonegara
Foto: lingkarannews.com

Komisi VI Pertanyakan Proyek Pertamina LNG Receiving Terminal Bojonegara

 

indoPetroNews- Pertamina digandeng oleh anak perusahaan Kalla Grup yakni PT. Bumi Sarana Migas (BSM), untuk membangun proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Receiving Terminal berkapasitas 500 million standard cubic feet per day (mmscfd), setara 4 juta ton LNG di Bojonegara, Banten.

Proyek yang HoA nya telah telah ditandatangani pada tanggal 14 April 2015 ini akan menghabiskan biaya investasi sebesar Rp 10 triliun.

LNG Receiving Terminal ini akan rampung pada tahun 2019 dan akan menampung LNG dari Bontang dan LNG impor dari Cheniere Corpus Christi, Amerika Serikat sebanyak 1,5 juta ton mulai 2019 selama 20 tahun.

Menurut Inas N. Zubir, anggota Fraksi Hanura DPR, proyek LNG Receiving Terminal ini sangat menyengat bau busuk kongkalikong kekuasaan. Mengapa? “Proyek ini dibangun oleh konsorsium yang terdiri dari Kalla Grup (BSM), Mitsui dan Tokyo Gas dengan pendanaan dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation).

Selain itu juga ditengarai ada keterlibatan Ari Soemarno (kakak kandung Rini Soemarno) dalam proyek raksasa ini,” kata Inas yang juga menjadi Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI kepada sejumlah media, Rabu (17/5/2017) di Jakarta. Padahal, lanjutnya, Pertamina sudah sering bekerjasama dengan JBIC dalam hal pendanaan sebelumnya, serta partner bisnis bagi Mitsui dan Tokyo Gas sedangkan BSM perusahaan yang didirikan 9 tahun yang lalu tersebut belum pernah membangun sarana migas apapun di Indonesia, artinya bahwa BSM tidak pernah diperhitungkan oleh Mitsui, Tokyo Gas maupun JBIC, bahkan bisa jadi BSM hanya bermodalkan dengkul saja.

Selanjutnya, imbuh Inas, dipastikan Pertamina akan menjadi sapi perahan BSM tersebut karena akan menjadi satu-satunya off taker LNG Receiving Terminal dengan skema take or pay yang ditentukan secara sepihak oleh BSM yang notabene milik keluarga Yusuf Kalla.

“Jangan sampai kejadian sewa tangki BBM era Karen Agustiawan di PT. Orbit Terminal Merak milik M. Riza Chalid yang merugikan Pertamina jutaan dollar terulang kembali, dimana kasusnya tersendat di KPK,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Inas, komisi 6 akan segera membentuk Panja Pertamina, dimana salah satu agendanya adalah membedah kerjasama LNG Receiving Terminal Bojonegara yang ditengarai akan sangat merugikan Pertamina. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*